Daya Gabung Galur Inbred, Penampilan dan Heterosis Hibrida Silang Tunggal Jagung (Zea mays L.)
Daya Gabung Galur Inbred, Penampilan dan Heterosis Hibrida Silang Tunggal Jagung (Zea mays L.)
DOI:
https://doi.org/10.33019/fsxx0486Kata Kunci:
Analisis jalur, Analisis komponen utama, Dialel, Heterobeltiosis, Heterosis standarAbstrak
Penggunaan varietas hibrida unggul berperan penting dalam meningkatkan produktivitas jagung nasional, sehingga perakitan varietas adaptif terhadap agroekosistem spesifik perlu terus dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai daya gabung galur inbred dan penampilan agronomis dan heterosis hibrida yang dihasilkan dari persilangan half diallel enam galur inbred. Seluruh genotipe, termasuk 15 hibrida, enam tetua inbred dan satu varietas hibrida pembanding (P32), diuji menggunakan RAK dengan dua ulangan di Nagari Situjuah, Kabupaten Lima Puluh Kota, Provinsi Sumatra Barat. Data dianalisis dengan uji F dan dilanjutkan dengan BNT terencana pada taraf 5% menggunakan aplikasi SAS, analisis komponen utama atau PCA dan analisis jalur menggunakan aplikasi RStudio, sedangkan analisis Daya Gabung Umum (DGU) dan Daya Gabung Khusus (DGK) menggunakan aplikasi Diallel-SAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur UZ 9 memiliki nilai DGU terbaik terhadap karakter pertumbuhan, pembungaan, dan hasil, sementara kombinasi persilangan galur UZ3><UZ 9 (H2), P137-1><R2 (H14) dan CLYN><R2 (H15) menunjukkan nilai DGK terbaik, serta nilai heterosis, heterobeltiosis, dan heterosis standar yang positif dan tinggi terhadap hasil. Ketiga hibrida memiliki produksi mencapai hingga 11 ton hektare⁻¹, sebanding dengan varietas P32. Hasil temuan ini diperkuat oleh analisis PCA yang menunjukkan bahwa H2, H14, dan H15 berasosiasi dengan umur berbunga dan umur panen yang lebih pendek serta bobot biji yang tinggi. Analisis jalur megindentifikasi variabel bobot biji-tongkol⁻¹ sebagai faktor yang paling berpengaruh langsung terhadap bobot biji hektare⁻¹. Temuan ini menegaskan bahwa H2, H14, dan H15 merupakan hibrida yang berpotensi untuk dikembangkan dan dievaluasi lebih lanjut sebelum dilepas sebagai varietas unggul baru.
Unduhan
Referensi
Adi EBM, Indrayani S, Burhana N, & Mulyaningsih, ES. 2021. Parameter Genetik Karakter Agronomi pada Galur F1 Padi Hasil Persilangan Galur Murni dan Kultivar Lokal Indonesia. Agrosainstek: Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian. 5(1): 8-17. https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v5i1.143
Armandoni EA, Purnamaningsih SL, Rifianto A. 2023. Pendugaan Nilai Heterosis Tujuh Hibrida Jagung Manis (Zea mays L. var. saccharata Sturt). Plantropica: Journal of Agricultural Science. 7(2): 10–17. https://doi.org/10.21776/ub.jpt.2022.007.2.2
Aman J, Bantte K, Alamerew S, Sbhatu DB. 2020. Correlation and Path Coefficient Analysis of Yield and Yield Components of Quality Protein Maize (Zea mays L.) Hybrids at Jimma, Western Ethiopia. International Journal of Agronomy. 1-7. https://doi.org/10.1155/2020/9651537
Amzeri A. 2019. Evaluasi Nilai Heterosis dan Heterobeltiosis pada Persilangan Dialel Tanaman Jagung Madura. Jurnal Agrosains. 3(2): 286–295. https://doi.org/10.21107/amzeri.2016.1
Arsyam A, Saptadi D, Sugiharto AN. 2024. Aksi Gen dan Daya Gabung pada Persilangan Jagung Ketan Ungu terhadap Karakter Hasil. Agricultural Journal. 7(2): 628–640. https://doi.org/10.37637/ab.v7i2.1750
Badan Pusat Statistik. 2022. Luas Panen dan Produksi Jagung di Indonesia. Subang : Direktorat Statistik Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjIwNCMy/luas-panen--produksi--dan-produktivitas-jagung-menurut-provinsi.html.
Cagnola J, Parco M, Rotili DH, Ploschuk EL, Curin F, Amas J, Luque SF, Maddonni GA, Otegui ME, Casal JJ. 2021. Artificial selection for grain yield has increased net CO2 exchange of the ear leaf in maize crops. Journal of Experimental Botany. 72(10), 3902–3913. https://doi.org/10.1093/jxb/erab119
Cahyani RR. 2024. Evaluasi Karakter Agronomis Beberapa Galur Inbred Jagung (Zea mays L.). [Skripsi]. Padang: Fakultas Pertanian, Universitas Andalas
Canton H. 2021. Food and Agriculture Organization of the United Nations—FAO. In The Europa Directory of International Organizations 2021 : Routledge.
Devasree S, Ganesan KN, Ravikesavan R, Senthil N, Paranidharan V. 2020. Relationship between yield and its component traits for enhancing grain yield in single cross hybrids of maize (Zea mays L.). Electronical Journal of Plant Breeding. 1(3):796-802. https://doi.org/10.37992/2020.1103.131
Efendi R, Makkulawu AT, Azrai M. 2017. Daya Gabung Inbrida Jagung Toleran Cekaman Kekeringan dan Nitrogen Rendah pada Pembentukan Varietas Hibrida. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 1(2): 83–96. https://doi.org/10.21082/jpptp.v1n2.2017.p83-96
Fidiyawati E, Cahyono T, Setyorini D. 2024. Optimasi Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mays L.) dengan Pupuk Ammonium Klorida pada Dataran Rendah. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Pertanian. 8(1): 17–24. https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v8i1.418
Fadhli N, Farid M, Azrai M, Nur A, Efendi R, Priyanto SB, Nasruddin AD, Novianti F. 2023. Morphological parameters, heritability, yield component correlation, and multivariate analysis to determine secondary characters in selecting hybrid maize. Biodiversitas. 24: 3750-3757. https://doi.org/10.13057/biodiv/d240712
Gomez KA, Gomez AA. 1995. Statistical Procedures for Agricultural Research. 2nd Ed. John Wiley and Sons, New York, 680 p.
Handayani N, Supriyanta, Mulyani E. 2022. Seleksi hibrida jagung toleran cekaman lingkungan. Buletin Plasma Nutfah. 28(2): 121–129. https://doi.org/10.21082/blpn.v28n1.2022.p1 12
Hayati PKD, Prasetyo T, Syarif A. 2014. Evaluasi hibrida dan kemampuan daya gabung beberapa galur inbred jagung di lahan masam. Jurnal Agroteknologi, 4(2): 39–43. https://doi.org/10.24014/ja.v4i2.1136
Hayati PKD, Sutoyo, Prasetyo T. 2016. Penampilan Jagung Hibrida Hasil Silang-Tunggal dari Berbagai Kombinasi Persilangan Galur Inbrida. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia. 2(2): 165–168. https://doi.org/10.13057/psnmbi/m020208
Hayati PKD. 2018. Analisis rancangan dalam Pemuliaan Tanaman: Penerapan Statistika dalam Bidang Pemuliaan Tanaman. Padang: Andalas University Press.
Hayati PKD, Sutoyo. 2022. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Pemuliaan Tanaman. Padang. Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Andalas.
Hutauruk JN, Sugiharto AN. 2017. Uji Daya Hasil Pendahuluan 9 Galur Jagung ( Zea mays L .). Jurnal Produksi Tanaman. 5(12): 2070 – 2078. https://protan.studentjournal.ub.ac.id/index.php/protan/article/view/607
Kementerian Pertanian. 2022. Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2021. Jakarta: Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Kementerian Pertanian. 2024. Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 2023. Jakarta: Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan.
Krisnawati A, Adie MM. 2016. Relationship between morphological component with seed yield characters of soybean. Bul Palawija. 14: 49–54. https://doi.org/ 10.21082/bulpa.v14n2.2016.p49-54
Mishra DK, Singh B, Chakraborty M, Verma N, Surin SS, Mishra SK. 2024. Combining Ability and Heterosis in Maize (Zea mays L.) Inbred Lines. Journal of Scientific Research and Reports. 30(6): 943–954. https://doi.org/10.9734/jsrr/2024/v30i62112
Mustakim, Samuddin S, Maemunah. 2019. Genetic diversity, heritability and correlation between local cultivars of upland rice. Agroland Agric Sci J. 6 (1): 20-26. https://doi.org/ 10.22487/agroland.v6i1.7.
Pandey Y, Vyas RP, Kumar J, Singh L, Singh HC, Yadav PC. 2017. Heritability, Correlation and Path coefficient analysis for determining inter-relationships among grain yield and related characters in maize (Zea mays L.). Internat. J. of Pure Appl. Biosci. 5(2): 595-603. https://doi.org/10.18782/2320 7051.2921
Priyanto SB, Makkulawu AT, Iriany RN. 2019. Estimasi Nilai Daya Gabung Inbrida Jagung Menggunakan Metode Line x Tester. Jurnal Penelitian Pertanian Tanaman Pangan. 3(2): 83. https://doi.org/10.21082/jpptp.v3n2.2019.p83 90
Priyanto SB, Wicaksana N, Rachmadi M. 2021. Stabilitas Hasil Calon Varietas Jagung Hibrida Toleran Nitrogen Rendah. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pertanian. 5(1): 44–53. https://doi.org/10.33019/agrosainstek.v5i1.203
Priyanto SB, Prayitno, OD, Efendi R. 2023. Correlation and Path Analysis Maize Hybrid Yield. Journal of Suboptimal Lands. 12(1): 80-87 https://doi.org/10.36706/JLSO.12.1.2023.629
Purushottam, Y., & Shanthakumar, G. 2017. General and Specific Combining Ability Studies for Ear Traits in Maize (Zea mays L.). Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry. 6(5): 2242–2245.
Putri LDN, Saptadi D, Waluyo B. 2022. Analisis Daya Gabung dan Aksi Gen Jagung (Zea mays L.) menggunakan Rancangan Perkawinan Line X Tester. Journal of Applied Agricultural Sciences. 6(2): 191–201. https://doi.org/10.25047/agriprima.v6i2.492
Reddy VR, Jabeen F. 2016. Narrow sense heritability, correlation and path analysis in maize (Zea mays L.). Sabrao Journal of Breeding and Genetics. 48(2):120-126.
Ruswandi D, Supriatna J, Makkulawu AT, Waluyo B, Marta H, Suryadi E, Ruswandi S. 2015. Determination of Combining Ability and Heterosis of Grain Yield Components for Maize Mutants Based on Line×Tester Analysis. Asian Journal of Crop Science. 7(1): 19–33. https://doi.org/10.3923/ajcs.2015.19.33
Sandesh GM, Karthikeyan A, Kavithamani D, Thangaraj K, Ganesan KN, Ravikesavan R, Senthil N. 2018. Heterosis and Combining Ability Studies for Yield and its Component Traits in Maize (Zea mays L.). Electronic Journal of Plant Breeding. 9(3): 1012–1023. https://doi.org/10.5958/0975-928X.2018.00126.6
Setyowidianto EP, Basuki N, Damanhuri D. 2017. Daya Gabung dan Heterosis Galur Jagung (Zea mays L.) pada Karakter Hasil dan Komponen Hasil. Jurnal Agronomi Indonesia. 45(2): 124-129. https://doi.org/10.24831/jai.v45i2.11650
Singh D, Kumar A, Kumar R, Singh SK, Kushwaha N, Mohanty TA. 2020. Correlation and Path Coefficient Analysis for ‘Yield Contributing’ Traits in Quality Protein Maize (Zea mays L.). Current Journal of Applied Science and Technology. 39(25): 91-99. https://doi.org/10.9734/cjast/2020/v39i2530889
Sulastri D, Kusmiyati F, Karno D. 2020. Heterobeltiosis, dan Aksi Gen Generasi F1 Hasil Persilangan Kedelai (Glycine Max (L.) Merrill) Varietas Devon dan Dering. J. Agro Complex. 4(1): 1–6. https://doi.org/10.14710/joac.4.1.1-6
Supriyanta B, Pratama MS, Nabila N. 2023. Pendugaan Daya Gabung Umum dan Daya Gabung Khusus Jagung Manis dengan Persilangan Dialel Metode Griffing-1. Vegetalika. 12(2): 146-159. https://doi.org/10.22146/veg.77955.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ms Dela Oktakia, PK Dewi Hayati, Sutoyo, Hafid Harnas

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




.png)
